Bahaya listrik atau Electrical Hazard adalah suatu obyek atau situasi yang menimbulkan risiko cedera karena terjadinya kontak langsung maupun tidak langsung dengan perangkat listrik.

Benar bahwa listrik adalah suatu hal yang berbahaya, tetapi jika kita dapat mengelola dengan benar, bahaya yang ditimbulkan dapat dicegah atau diminimalisir. Meski, tingkat keparahan bahaya listrik apabila terjadi kesalahan akan berpotensi fatal dan membahayakan nyawa kita.

Rekan-rekan sekalian, ketahuilah, bahaya listrik dapat menyebabkan kematian atau cedera diri akibat :

  • Sengatan listrik
  • Luka bakar akibat listrik
  • Ledakan listrik atau busur api,
  • Kebakaran atau ledakan yang dipicu oleh energi listrik (di mana kematian atau cedera tersebut dikaitkan dengan pembangkit, transmisi, transformasi, pembetulan, konversi, konduksi, distribusi, kontrol, penyimpanan, pengukuran, atau penggunaan energi listrik’).

Insiden memang dapat terjadi kapanpun, dan Peraturan Kelistrikan di Tempat Kerja (K3) berlaku untuk semua aktivitas kerja. Terutama pada sistem kelistrikan di mana kemungkinan bahaya akan selalu ada.

Oleh karena itu, bahaya listrik perlu diperhatikan terutama bagi ahli dan insinyur listrik. Hal ini sebenarnya juga berlaku untuk insinyur mesin, pekerja konstruksi, staf produksi dan karyawan kantor, di mana aktivitas kerja mereka dapat membuat mereka terpapar bahaya listrik.

Apa saja contoh bahaya listrik itu? :

  • Sengatan listrik dan luka bakar dari kontak kabel langsung
  • Kebakaran dari kabel yang rusak
  • Sirkuit kelebihan beban
  • Membiarkan bagian listrik terbuka
  • Sengatan listrik atau luka bakar karena kekurangan APD
  • Ledakan dan kebakaran dari bahan yang mudah meledak dan mudah terbakar.
  • Kontak dengan saluran listrik overhead
  • Paparan listrik terhadap air

Oke, lalu anda bertanya-tanya, jika listrik sangat berbahaya, mengapa hanya ada sedikit korban jiwa?

Pertanyaan bagus! Tentu saja ada insiden listrik yang tidak dilaporkan. Banyak orang akan menceritakan pengalaman nyaris celaka ketika bekerja dengan listrik. 2 bahaya utama listrik antara lain sengatan listrik atau arc flash (flash over).

Ilustrasi Busur Api atau Arc Flash - MKUSBY.COM

Ilustrasi Busur Api atau Arc Flash – MKUSBY.COM

Dalam kasus lain, sebab akibat kecelakaan kerja akibat listrik, terkadang tidak dijelaskan dengan signifikan. Misalnya (Dari mana listrik itu? Kabel terkelupas? Paparan listrik pada air? Dsb.) atau seperti misalnya energi listrik yang tidak kita ketahui. Itu adalah sesuatu yang serius, yang harus kita cari, cegah dan perbaiki.

Jadi, bagaimana kita menjaga diri kita serta orang lain untuk tetap aman?

Sistem, orang, dan tempat yang aman adalah jawabannya! Sistem yang Aman mengacu pada sistem kerja yang aman, artinya setiap orang WAJIB memiliki tanggung jawab khusus terkait dengan kelistrikan pada diri kita masing-masing.

Demikian juga dengan tempat yang aman! 

Tempat yang Aman dimulai dari sistem kelistrikan yang telah dirancang dengan benar. Regulasi 4(1) dari Regulasi Kelistrikan di Tempat Kerja secara khusus mensyaratkan bahwa “semua sistem harus dibuat sedemikian baiknya untuk mencegah bahaya listrik.”

Pada dasarnya, sistem kelistrikan harus dibangun dengan benar sesuai dengan desain yang dikerjakan oleh ahli berkompeten yang merancang sistem kerja yang aman. Sistem tersebut harus dioperasikan dengan benar untuk menghindari bahaya listrik.

Apa Itu Electrical Hazard? - PT Media Kontrol Utama

Penggunaan Sarung Tangan Anti Listrik – MKUSBY.COM

Ok! Sekarang untuk penutup.

Beberapa poin penting yang harus Anda ingat baik-baik :

  • Pastikan pekerja mengetahui cara menggunakan peralatan listrik dengan aman.
  • Pastikan soket yang tersedia cukup. (Periksa apakah stop kontak tidak kelebihan beban dengan menggunakan adaptor yang tidak terhubung karena dapat menyebabkan kebakaran).
  • Pastikan tidak ada kabel yang tertinggal yang dapat menyebabkan orang tersandung atau jatuh.
  • Matikan dan cabut peralatan sebelum membersihkan atau menyesuaikannya.
  • Pastikan setiap orang mencari kabel listrik, atau peralatan di tempat mereka akan bekerja dan periksa tanda peringatan bahaya listrik, atau bahaya lainnya. Pemeriksaan harus dilakukan di sekitar pekerjaan, dan ingat bahwa kabel listrik mungkin ada di dalam dinding, lantai dan langit-langit (terutama saat Anda mengebor ke lokasi ini) dll.
  • Pastikan siapa pun yang bekerja dengan listrik memiliki keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman yang memadai untuk melakukannya. Salah memasang kabel steker bisa berbahaya dan menyebabkan kecelakaan fatal atau kebakaran.
  • Segera hentikan penggunaan peralatan jika tampaknya rusak – mintalah diperiksa oleh orang yang kompeten.
  • Pastikan setiap peralatan listrik yang dibawa ke tempat kerja oleh karyawan, atau yang disewa atau dipinjam, sesuai untuk digunakan sebelum digunakan dan tetap sesuai dengan dirawat seperlunya.
  • Pertimbangkan untuk menggunakan perangkat arus residual (RCD) antara suplai listrik dan peralatan, terutama saat bekerja di luar ruangan, atau di dalam tempat yang basah atau terbatas (lihat keselamatan listrik HSE di lokasi kerja)

Sekian pembahasan kami tentang Bahaya Listrik. Berhati-hatilah saat bekerja dan utamakan keselamatan!

Ingat, keluarga menunggu Anda dirumah. 👋👷

PT Media Kontrol Utama

PT Media Kontrol Utama

Adalah jasa profesional untuk Kelistrikan Industri & Gedung Komersil Anda. Telah berpengalaman selama lebih dari 20 Tahun.

error: Content is protected !!